Salam Sejahtera, dan
Selamat Malam,
| Sumber gambar : brilio.net |
Dimalam yang sunyi dan sepi ini, saya ingin melampiaskan sedikit curahan hati saya yang bisa menjadi bahan bacaan untuk kalian :D
| Berbagai tantangan diusia 25 :D kalian sudah dapat apa? |
Di hari ini, tepatnya tanggal 8 Juni 2020 ini, adalah hari dimana saya telah memasuki usia ke 25 tahun, ya, 25 tahun yang lalu pada tahun 1995 saya dilahirkan di dunia ini, tak terasa memang, sudah "seperempat abad" saya hidup didunia ini. Di usia ini , usia 25 tahun saya sangat bersyukur masih dieberikan kesehatan dan juga wajah yang belum terlihat usia 25 tahunnya wkwk, iyaloh, orang2 ngira saya baru tamat sekolah wkwk, suatu hal yang sangat saya syukuri :).
Diulang tahun ini, terasa sangat sepi sekali, hanya kakak saya, dan dua orang sahabat saya saja yang ingat dan mengucapkan, ya mungkin yang lainnya lupa, lupa? entahlah haha, di zaman media sosial yang sanagat berkembang ini, entah kenapa saya iri sekali melihat orang-orang yang sedang berulang ulang tahun dan mereka mendapat banyak ucapan dan mereka mem-posting melalui di story media sosial mereka, bahkan story mereka sampai titik titik sangking banyaknya yang memberi ucapan, haaahhh entah kapan saya bisa seperti mereka,,,,,, astagafirullahaladzim ya Allah buanglah rasa iri tersebut dari hati hamba ya Allah, itu sudah menjadi rezeki mereka yang punya banyak teman, sementara saya, ahsudahlah :D.
Di usia yang ke 25 tahun, usia yang sangat sangat ideal sekali untuk menikah, haha :D tapi ya namanya meinikah tentunya banyak yang harus dipersiapkan, tidak hanya seorang calon istri, tapi juga biaya untuk hidup kedepannya, tapi bukan hanya itu yang ingin saya ceritakan, diusia yang sudah sangat dewasa ini, banyak hal yang masih belum saya dapatkan :( haaahhhh sedih memang, dulu 10 tahun yang lalu saya berpikir kalau diusia 25 tahun nanti saya sudah menjadi orang yang mapan, punya pekerjaan yang bagus, punya penghasilan yang mumpuni, sudah bisa membantu perekonomian keluarga, bisa menjadi kebanggaan keluarga terutama kedua orang tua, tetapi apa nyatanya sekarang, semua itu belum saya dapatkan diusia 25 tahun ini, saya masih belum menjadi apa-apa, jangankan berpikiran menjadi orang mapan, dan punya pengahasilan, sampai saat ini, sudah setahun lebih saya diwisuda, saya masih belum diterima diperusahaan-perusahaan yang telah saya lamar, tentunya itu menjadi pukulan yang sangat telak sekali dihati saya, entah kenapa saya sering sekali mendapatkan kegagalan :(, entah sampai kapan saya bisa memulai pekerjaan pertama saya, saya betul-betul sedih sekali, usia saya sekarang sudah semakin bertambah, dan saya masih belum mempunyai pengalaman bekerja, tentunya ini akan menjadi pertimbangan untuk melamar pekerjaan yang dimana dinegara kita ini, umur ini menjadi salah satu patokan dalam pertimbangan menerima karyawan.
Dan sedikit cerita, sekarang saya sedang berada dikota Depok, Jabar, saya mengontrak rumah disini sendiri tetapi dekat dengan rumah saudara saya, awalnya saya tinggal berdua dengan suami dari sepupu saya, dia mencoba menjadi ojek online disni, tetapi pada bulan Maret lalu, sejak ditemukannya kasus Covid-19 pertama di Indonesia penghasilan ojek online nya menurun katanya, dan akhirnya dia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Pariaman, Sumbar, bersama istrinya disana. Dan kembali kecerita saya, disini saya ingin mencoba mencari peruntungan, saya tinggal disini sejak bulan November 2019, ya sudah hampir 8 bulan saya tinggal disini, awalanya satu dua tiga bulan saya masih santai belum juga mendapatkan pekerjanan tetapi di bulan keempat kelima keenam saya mulai panik dan beban sekali dipikiran saya kenapa masih belum juga mendapatkan pekerjaan, dan ditambahk lagi situasi pandemi yang turut melanda Indonesia sejak bulan Maret lalu, orang-orang banyak yang hidup susah, banyak karyawan yang dirumahkan, bahkan sampai ada yang dipecat besar-besaran, ya Allah, orang-orang yang bekerja saja banyak yang kesusahan disaat seperti ini, apalagi orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan seperti saya, itu lebih susah lagi, tetapi, Alhamdulillah untuk membayar uang kontrakan 600.000 rupiah sebulan ditambah lagi uang makan yang sudah sangat-sangat dihemat saya masih bisa mengandalkan uang tabungan saya, tetapi ya itu, uang keluar terus, sementara pemasukan saya tidak ada, singkat cerita, awal November-Desember saya mendapatkan upah dari membantu saudara saya yang tinggal dekat sini, dia bekerja sebagai freelance konsultan, saya menjapatkan pemasukan saat itu dari bekerja membantunya seperti upah untuk mengetik hasil survey dari pekerjaannya, dan pernah juga ikut survey diproyeknya, tetapi ya itu sejak awal Januari sampai bulan ini, dia juga belum mendapatkan proyek, ditambah lagi situasi pandemi saat ini, dan akhirnya tak terasa sudah 8 bulan saya ini dan masih belum ada yang mau menerima saya untuk menjadi karyawannya, ya 8 bulan..., 8 bulan waktu yang sangat cepat sekali bagi saya untuk perjuangan saya mendapatkan pekerjaan :( ya Tuhan, sebegitu bodohnya saya ini sehingga masih belum ada yang mau menerima saya utnuk bekerja diperusahaannya, apa kesalahan yang kuperbuat dahulu sehingga aku menjadi kesulitan seperti ini, ampunilah hamba ya Allah, dan kuatkanlah hamba-Mu ini.
![]() |
| sumber gambar : https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/saat-sedih-mendalam-bacalah-doa-ini/: |
Dua puluh lima tahun, dan saya merasa, masih belum ada yang bisa dibanggakan dari diri ini, angan-angan yang dulu saya pikirkan ternyata tidak semudah itu untuk mendapatkannya, betul-betul perjuangan yang luar biasa, kesabaran yang luar biasa, ditambah lagi saya tinggal sendiri dikontrakan, Alhamdulillah saudara saya sangat baik sekali, dia meminjamkan tv-nya untuk diletakkan dikontrakan saya, biar saya tidak kesepian. Tinggal dikontrakan sendiri menurut saya tidak masalah, tetapi itu kalau punya pekerjaan dan pengahasilan, tetapi kalau sudah tinggal sendiri, dan belum mempunyai pekerjaan dan penghasilan, itu suatu perjuangan sekali, bayangkan saja, setiap bangun pagi melihat orang sudah berangkat kerja, kemana-mana saya jalan kaki, bayangkan saja untuk mencari makanan saya rela jalan kaki hampir satu kilometer demi mencari yang murah, dan itu saya lakukan setiap hari, bukan cuma sekali, tetapi siang dan malam, kalau pagi saya kadang beli sarapan yang dekat saja, dan bahkan tidak beli demi berhemat, ke ATM saya jalan kaki hampir 2 kilometer, ya itulah salah satu perjuangan saya, berjalan kaki, dimana orang-orang banyak yang menaiki kendaraan, tetapi satu hal yang membuat saya sedih adalah ketika saya keluar sering mendapat perntanyaan dari orang lain seperti ini "Lagi libur ya ?," atau "Kerja dimana dek?" yahhh tidak salah mereka menanyakan hal tersebut, teteapi bagi seorang yang sudah lama menjadi "jobless" itu adalah pertanyaan yang sangat menusuk hati bagi saya, mungkin terdengar lebay, tetapi itulah kenyataannya.
![]() |
| sumber : https://www.selipan.com/tips/life-hack-unuk-kalian-berusia-25-tahun/ |
Tetapi ya itulah tantangan hidup, seorang perantau harus kuat, harus sabar, demi keluarga terutama kedua orang tua yang sangat dicintai. Tantangan demi tantangan, usaha yang saya yakin akan ada hasilnya, dan suatu kata-kata yang pernah saya baca yang sering dijadikan caption dimedia sosial. adalah:
"Usaha tidak akan pernah menghianati hasil"
atau ini,
"Setiap orang itu berbeda-beda cara dan kapan mendapatkan kesuksesan, jadi tetap berusaha dan berdoa, bahkan seekor ulat saja perlu usaha untuk menjadi kupu-kupu yang indah"
Ya itulah sedikit cerita keluh kesah perjuangan hidup saya, di ulang tahun saya diusia saya yang ke 25 tahun ini, dan ditambah lagi sekarang saya sedang dalam hidup diperantauan yang banyak sekali tantangannya, saya yakin pasti akan mendapatkan hasil yang baik, karena niat saya demi keluarga dan bisa mengangkat derajat kedua orang tua saya, dan saya yakin pasti bisa mendapatkan hasil yang baik, asalkan tetap berusaha, beribadah dan berdo'a. Buat kalian yang masih diusia belasan, kalian harus rajin-rajin belajar, karena manusia dibumi ini semakin banyak dan tentunya persaingan juga pasti semakin ketat, jangan sampai menyesal nantinya, dan buat kalian yang bernasib sama dengan saya, sini kita pelukan :( tetap semangat gaes, dan jangan lupa tetap beriktiar, beribadah, dan selalu berdo'a pada Yang Maha Kuasa agar selalu dipermudah.
dan selalu jaga kebersihan dan kesehatan ditengah pandemi ini,
Selamat malam, dan
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh :) :)


No comments:
Post a Comment